HP ini yang sedang saya pakai ternyata merupakan salah satu produk unggulan Nokia, jika dibangdingkan dengan beberapa produk lainnya. Bahkan, Blackberry 8320 yang saya bel beberapa waktu lalu mengalamai gangguan, terutama di bagian cassing. Ini direview sekilas nokia 2630.
Layar 65.000 warna memang termasuk yang minimalis untuk ukuran ponsel kelas menengah saat ini. Tetapi layar itu cukup untuk menampilkan tulisan dan gambar foto yang masih enak dipandang.
Susunan sembilan menu utama pada layar masih khas Nokia. Perubahan tampak pada penempatan indikator baterai dan sinyal. Dua indikator itu tidak lagi ditempatkan di sisi kiri dan kanan layar melainkan pada sisi atas, mirip dengan indikator pada Sony Ericsson. Cara penempatan SIM card juga tidak nyaman sebagaimana gaya Nokia yang saya kenal sebelumnya. Penempatan SIM card justru mengadopsi model Sony Ericsson (misalnya seperti pada M600i) yang merepotkan.
Pada sisi kanan handset ada satu slot untuk earphone, satu slot untuk isi ulang baterai. Di tengahnya terdapat satu slot micro USB yang (menurut buku panduan) hanya boleh dipakai oleh teknisi Nokia. Sedangkan di sisi kanan bagian bawah terdapat satu shortcut kamera.Pada sisi lainnya tidak ada slot maupun tombol. Bahkan koneksi dengan kabel data juga tidak dimungkinkan. Sinkronisasi ke PC dengan Nokia PC Suite hanya dapat dilakukan melalui bluetooth.
Ponsel ini tersedia hanya dengan satu pilihan warna, yaitu dominan hitam dengan garis metalik. Pada papan kunci terdapat lampu berwarna kebiruan untuk kemudahan penulisan pesan di tempat gelap.Dari sisi fisik, ponsel ini terkesan seadanya dan ringkih. Saya merasa agak takut juga untuk menekan-nekan tombol navigasi dengan cukup keras. Untungnya, tombol yang tersedia cukup lunak dan nyaman dipencet.
Susunan sembilan menu utama pada ponsel Nokia 2630 ini dapat diubah-ubah sesuai selera. Pilihan short cut pada tombol di sisi kanan dan kiri bawah layar juga lebih bervariasi. Short cut juga tersedia pada tombol navigasi empat arah sehingga memudahkan pengoperasian. Contohnya, kita bisa menunci layar hanya dengan sekali memencet salah satu tombol short cut.
Setelah terbiasa menggunakan ponsel yang ramping dan sangat ringan ini, saya merasa semua ponsel lain terasa berat dan tebal. Bahkan Blackberry Pearl yang tipis dan bobotnya kurang dari 90 gram pun jadi terasa cukup besar dan tebal di tangan.
Spesifikasi
Jaringan : GSM 900 / 1800
Ukuran : 105 x 45 x 9,9 mm, 45 cc
Bobot : 66 g
Layar : TFT, 65.000 warna, 128 x 160 piksel
Dering : Poliponik 24 channel, MP3
Phonebook : 1.000 entry, dengan photocall
Memori internal: 11 MB
Kamera : VGA